Ketika jumlah produksi mulai bertambah, proses mengisi dan menutup kemasan satu per satu bisa memakan banyak waktu. Selain masalah waktu, takaran produk yang kurang konsisten dan hasil sealing yang berbeda-beda juga dapat membuat proses packaging menjadi kurang efisien.

Untuk kebutuhan tersebut, mesin pengemas vertical sachet dapat digunakan untuk membantu mengotomatisasi proses pembentukan kemasan, pengisian produk, hingga sealing. Mesin jenis ini banyak digunakan untuk produk berbentuk bubuk, granule, dan pada kondisi tertentu juga dapat digunakan untuk produk cair.

Namun, tidak semua mesin sachet butuh sistem filling yang sama. Karakter produk tetap menjadi hal pertama yang perlu diperhatikan sebelum menentukan mesin.

Bagaimana Mesin Pengemas Vertical Sachet Bekerja?

Mesin vertical packaging bekerja dengan posisi pengemasan dari atas ke bawah. Material kemasan yang masih berbentuk roll ditarik masuk ke mesin, kemudian dibentuk menjadi kemasan sesuai ukuran yang telah diatur.

Setelah bagian kemasan terbentuk, produk dimasukkan melalui sistem filling. Mesin selanjutnya melakukan sealing dan pemotongan sehingga produk keluar dalam bentuk sachet individual.

Sistem seperti ini dikenal sebagai Vertical Form Fill Seal atau VFFS. Pada mesin otomatis, beberapa tahapan tersebut dapat berjalan dalam satu rangkaian sehingga operator tidak perlu melakukan pengisian, penyegelan, dan pemotongan kemasan secara terpisah.

Bisa Digunakan untuk Produk Apa?

Mesin pengemas sachet dapat digunakan untuk berbagai jenis produk, tetapi sistem filling harus disesuaikan dengan karakter bahan. Untuk produk bubuk, contohnya antara lain kopi bubuk, bumbu, tepung, minuman serbuk, atau produk sejenis.

Sementara produk granule dapat berupa gula pasir, garam, biji-bijian, kacang, dan produk berbentuk butiran lainnya. Pada konfigurasi tertentu, mesin juga dapat digunakan untuk produk cair maupun semicair seperti saus, sambal, madu, atau cairan lain dengan tingkat kekentalan tertentu.

Perbedaan karakter produk perlu diperhatikan sejak awal. Bubuk halus tidak mempunyai pola aliran yang sama dengan gula. Begitu juga cairan encer mempunyai kebutuhan filling berbeda dengan produk yang lebih kental. Pemilihan mesin sebaiknya dimulai dari produk, bukan hanya dari bentuk kemasan.

Manfaat Mesin Pengemas Vertical Sachet untuk Produksi

Penggunaan mesin vertical sachet memberikan manfaat yang lebih konkret pada proses produksi.

  1. Waktu pengemasan bisa menjadi lebih singkat karena proses pembentukan kemasan, filling, sealing, dan cutting berjalan dalam satu alur. Pada produksi yang volumenya terus bertambah, hal ini membantu mengurangi antrean produk di area packaging.
  2. Kedua, beban kerja operator bisa berkurang. Operator tidak perlu menimbang, memasukkan produk, lalu menyegel setiap sachet secara manual satu per satu. Tenaga kerja dapat lebih difokuskan pada pengawasan mesin, pengisian bahan, atau proses lain yang membutuhkan kontrol manusia.
  3. Ukuran dan tampilan kemasan menjadi lebih konsisten. Panjang sachet, posisi sealing, dan hasil potongan dapat dibuat lebih seragam jika pengaturan mesin sesuai.
  4. Proses produksi lebih mudah dihitung. Ketika kapasitas packaging sudah diketahui, produsen dapat memperkirakan berapa banyak produk yang bisa diselesaikan dalam satu jam atau satu shift. Ini membantu dalam perencanaan produksi dan target pengiriman.
  5. Mesin dapat membantu mengurangi bottleneck. Dalam banyak usaha, produk selesai diproses tetapi menunggu terlalu lama untuk dikemas. Dengan sistem packaging yang lebih otomatis, waktu tunggu tersebut bisa dikurangi.

Manfaat ini akan terasa lebih besar ketika volume produksi mulai meningkat dan proses manual sudah sulit mengejar kebutuhan pasar.

Apa yang Perlu Diperhatikan Sebelum Memilih Mesin?

Hal yang harus diperhatikan tentukan jenis produk yang akan dikemas. Informasi ini akan membantu menentukan sistem filling yang sesuai.

Berikutnya, tentukan berat atau volume setiap sachet. Kemasan beberapa gram tentu mempunyai kebutuhan berbeda dengan produk yang dikemas dalam ukuran lebih besar. Ukuran sachet, jenis film, bentuk sealing, dan target produksi juga perlu dihitung sejak awal.

Jika kemasan sudah memiliki desain cetak, posisi potongan dan registrasi desain perlu diperhatikan agar hasil akhir tetap rapi. Jangan hanya memilih mesin dengan kapasitas tinggi. Mesin sebaiknya disesuaikan dengan kemampuan proses produksi sebelum dan sesudah packaging.

Pilih Mesin Berdasarkan Kebutuhan Produksi

Sebelum menentukan mesin pengemas vertical sachet, siapkan informasi mengenai produk, berat per sachet, ukuran kemasan, material film, sumber listrik, serta target produksi. Mesin Industri Malang menyediakan berbagai kebutuhan mesin packaging dan mesin industri untuk UMKM maupun industri.

Dengan konfigurasi yang sesuai, mesin vertical sachet dapat membantu mempercepat pengemasan, mengurangi pekerjaan manual, menjaga konsistensi kemasan, dan membuat alur produksi menjadi lebih terukur.

Pin It on Pinterest

Share This