Pada proses produksi, tahap pengemasan sering menjadi bottleneck ketika jumlah produk mulai meningkat. Produk sudah selesai dibuat, tetapi masih harus dibungkus satu per satu sebelum siap dijual atau didistribusikan. Kondisi seperti ini cukup sering terjadi pada produk berbentuk satuan seperti roti, cake, biskuit, snack bar, atau produk lain yang bentuknya perlu tetap terjaga selama proses packaging.

Untuk kebutuhan tersebut, mesin horizontal packaging dapat digunakan untuk membantu proses pengemasan berjalan lebih cepat dan konsisten. Mesin ini membawa produk dalam posisi mendatar melalui conveyor, kemudian membungkusnya menggunakan material film dari roll.

Sistem tersebut biasa disebut horizontal flow wrap atau flow pack. Pada prinsipnya, film dibentuk mengelilingi produk, disegel pada bagian memanjang, kemudian kedua ujungnya ditutup dan dipotong menjadi kemasan individual.

Bagaimana Mesin Horizontal Packaging Bekerja?

Proses dimulai ketika produk diletakkan pada bagian infeed atau conveyor. Produk bergerak menuju area pembentukan kemasan, sementara film dari roll ditarik mengikuti jalannya produk. Film tersebut kemudian membungkus produk dan membentuk kemasan menyerupai sleeve.

Selanjutnya, mesin membuat sealing pada bagian memanjang kemasan. Bagian depan dan belakang kemudian disegel sekaligus dipotong sehingga setiap produk keluar dalam kemasan tersendiri.

Karena proses berlangsung secara horizontal, produk tidak perlu dijatuhkan dari bagian atas mesin. Ini menjadi salah satu alasan sistem flow wrap banyak digunakan untuk produk yang perlu mempertahankan bentuk selama packaging. Pada mesin horizontal flow wrapper, produk seperti bread, bun, snack cake, granola bar, cookies, hingga chocolate bar merupakan beberapa contoh aplikasi yang biasa digunakan.

Produk Apa yang Cocok Menggunakan Mesin Horizontal Packaging?

Mesin horizontal packaging lebih cocok untuk produk berbentuk satuan atau mempunyai dimensi yang relatif konsisten. Contohnya antara lain:

  • roti dan bakery,
  • cake dan pastry,
  • biskuit,
  • wafer,
  • snack bar,
  • cokelat batangan,
  • produk makanan berbentuk individual,
  • serta beberapa produk nonmakanan.

Hal yang perlu diperhatikan adalah bentuk produknya. Produk dengan panjang, lebar, atau tinggi yang sangat berbeda dapat membutuhkan pengaturan mesin yang berbeda. Penempatan produk pada conveyor juga perlu konsisten agar proses wrapping tidak terganggu. Saat menentukan mesin, membawa contoh produknya jauh lebih membantu dibandingkan hanya menyebut jenis produknya.

Apa Bedanya Horizontal dan Vertical Packaging?

Perbedaannya terdapat pada arah produk masuk ke dalam kemasan. Pada vertical packaging, produk biasanya masuk dari atas. Sistem seperti ini banyak digunakan untuk bubuk, granular, atau produk curah seperti kopi bubuk, gula, beras, atau snack. Sementara pada mesin horizontal packaging produk bergerak mendatar mengikuti conveyor.

Contoh sederhananya adalah kopi bubuk dan roti. Kopi bubuk lebih mudah dialirkan dari hopper menuju kemasan. Sebaliknya, roti sebaiknya tetap berada dalam posisi mendatar agar bentuknya tidak mudah berubah. Jadi, horizontal maupun vertical packaging bukan soal mana yang lebih baik. Pemilihannya tergantung pada karakter produk.

Manfaat Mesin Horizontal Packaging untuk Produksi

Penggunaan mesin horizontal packaging memberikan beberapa manfaat yang cukup terasa dalam operasional. 

  1. Proses wrapping dapat dilakukan secara berkelanjutan, sehingga produk tidak perlu dibungkus satu per satu secara manual.
  2. Hasil kemasan lebih konsisten. Panjang kemasan, posisi sealing, dan potongan dapat dibuat lebih seragam apabila pengaturan mesin sesuai.
  3. Beban kerja operator berkurang. Operator dapat lebih fokus pada memasukkan produk, mengawasi mesin, dan melakukan pengecekan hasil.
  4. Mesin membantu mengurangi antrean produk pada tahap packaging. Ini penting ketika proses produksi sebelumnya sudah cukup cepat tetapi pengemasan masih menjadi hambatan.
  5. Kemasan yang lebih rapi dapat membantu meningkatkan tampilan produk ketika dipasarkan.

Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Memilih Mesin

Jangan memilih mesin hanya berdasarkan kapasitas atau kecepatannya. Siapkan data mengenai panjang, lebar, dan tinggi produk. Tentukan juga material film, ukuran kemasan, target output, serta bagaimana produk akan masuk ke conveyor. Jika film menggunakan desain cetak, sistem pembacaan tanda registrasi juga perlu dipertimbangkan agar posisi desain tetap sesuai dengan potongan kemasan. Target produksi harus realistis. Mesin yang sangat cepat belum tentu efektif jika operator atau proses produksi sebelumnya belum mampu menyuplai produk dengan kecepatan yang sama.

Konsultasi Pengadaan Mesin Packaging

Sebelum menentukan mesin horizontal packaging, sebaiknya mulai dari produk yang akan dikemas. Siapkan contoh produk, dimensi, material kemasan, kebutuhan sealing, serta target produksi. Informasi tersebut akan membantu menentukan konfigurasi mesin yang lebih sesuai.

Mesin Industri Malang menyediakan berbagai kebutuhan mesin packaging untuk industri dan UMKM. Dengan konfigurasi yang tepat, mesin horizontal packaging dapat membantu proses pengemasan menjadi lebih cepat, rapi, konsisten, dan lebih mudah diintegrasikan ke lini produksi.

Pin It on Pinterest

Share This